Senin, 02 Mei 2016

Filosofi Pohon Kurma


Hidup di gurun pasir yang gersang, batang menjulang tinggi kelangit, pelepah dan daun yang lebat memberikan keteduhan. Berbuah yang manis dan berkhasiat. Hidup sejak zaman para. Pelepahnya dijadikan alas tidur para kekasih Allah, Itulah pohon kurma.

Kurma (Phoenix dactylifera = date palm) adalah keluarga palma (palem) yang berasal dari jazirah Arab dan Afrika Utara. Dia merupakan tumbuhan gurun yang tahan panas, kelembapan rendah dan udara kering. Namun untuk bisa tumbuh baik, pohon kurma tetap memerlukan air. Itulah sebabnya kurma tumbuh di oasis atau kawasan yang memperoleh pengairan teknis. Tumbuhan ini sudah dibudi dayakan semenjak ribuan tahun sebelum Masehi. Saat ini kurma telah menyebar ke India, Cina, AS (California) dan Australia.
Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa " orang benar akan bertunas seperti pohon korma "

Tak berlebihan jika pohon kurma dianggap sebagai pohon yang tahan banting. Kekuatan pohon korma ada di akarnya. Sebab pohon kurma dapat hidup pada kondisi tanah yang kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yang dahsyat.

Pohon kurma disebut dalam Al Qur`an sebanyak dua puluh kali. Lima belas ayat menyebutnya bersama dengan tumbuhan lainnya, sebagai karunia Allah bagi umat manusia. QS. AL AN`AM : 99, QS. AL AN`AM : 141, QS. AL KAHFI : 32, QS. THAHA : 71, QS. ASY SYU`ARA : 148, QS. QAMAR : 20, QS. AR RAHMAN : 11, QS. AR RAHMAN : 68, QS. AL HAQQAH : 7, QS. ABASA : 27-29, QS. MARYAM : 23, QS. MARYAM : 25, QS. AL BAQARAH : 266, QS. AR RA`D : 4, QS. AN NAHL : 11, QS. AN NAHL : 67, QS. AL ISRA` : 91, QS. AL MU`MINUN : 19,, QS. YASIN :34, QS. IBRAHIM : 24

Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dalam lubang pasir lalu ditutup degan batu. Mengapa biji itu harus ditutup batu ?  Ternyata, batu tersebut memaksa pohon korma berjuang untuk tumbuh ke atas. Justru karena pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tesebut membuat pertumbuhan akar ke dalam tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon korma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya. Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah.

Bukankah itu prinsip kehidupan yang luar biasa ?

Sekarang kita tahu mengapa Allah SWT kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang kepada manusia. Bukan untuk melemahkan & menghancurkan kita, namun sebaliknya Allah SWT mengijinkan tekanan hidup itu untuk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yang sudah mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yang selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang dalam kehidupan.


Allah SWT mendesain kita seperti pohon korma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan, cobaan yang kian datang menghampiri. Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup atau cobaan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang-pemenang kehidupan.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari filosofi pohon kurma, memandang segala sesuatu dari sudut pandang yang positif, selalu bersama Allah SWT dalam menghadapi dan melewati cobaan-cobaan hidup. Karena kita yakin ada tempat-tempat yang indah, yang tak pernah terbayangkan di mata manusia bagi orang-orang yang mampu melewati cobaan tanpa kehilangan Allah SWT.

Semoga bermanfaat...

1 komentar:

  1. Masyaa Allah, jazakallah tulisannya bermanfaat. Boleh saya memberi saran, tulisannya bagus dan pesan dalam tulisan daiats sudah ngena untuk pembaca. Mungkin sedikit tentang EYD-nya mas. Seperti kalimat dibagian "Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa " orang benar akan bertunas seperti pohon korma "

    untuk penulisan "kata2" lebih bagus dan enak dibaca jika ditulis "kata-kata".

    Salam literasi.
    Mari berkarya dan berdakwah lewat tulisan.
    Ini web saya mohon masukannya.
    https://wordpress.com/stats/day/eniehandyas.wordpress.com?startDate=2016-10-17

    BalasHapus

Blogger templates